Yesus Dikuburkan (Mrk 15:40-16:1)

Posted: February 7, 2010 in Teologi

Susunan Kolometrik

40 Ada juga beberapa perempuan

yang melihat dari jauh,

di antaranya Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus Muda dan Yoses, serta Salome.

41 Mereka semuanya telah mengikut Yesus

dan melayani-Nya waktu Ia di Galilea.

Dan ada juga di situ banyak perempuan lain

yang telah datang ke Yerusalem bersama-sama dengan Yesus.

42 Sementara itu hari mulai malam,

dan hari itu adalah hari persiapan,

yaitu hari menjelang Sabat.

43 Karena itu Yusuf, orang Arimatea, seorang anggota Majelis Besar yang terkemuka,

yang juga menanti-nantikan Kerajaan Allah,

memberanikan diri menghadap Pilatus

dan meminta mayat Yesus.

44 Pilatus heran waktu mendengar

bahwa Yesus sudah mati.

Maka ia memanggil kepala pasukan

dan bertanya kepadanya

apakah Yesus sudah mati.

45 Sesudah didengarnya keterangan kepala pasukan,

ia berkenan memberikan mayat itu kepada Yusuf.

46 Yusuf pun membeli kain lenan,

kemudian ia menurunkan mayat Yesus dari salib

dan mengapaninya dengan kain lenan itu.

Lalu ia membaringkan Dia di dalam kubur

yang digali di dalam bukit batu.

Kemudian digulingkannya sebuah batu ke pintu kubur itu.

47 Maria Magdalena dan Maria ibu Yoses melihat

di mana Yesus dibaringkan

1 Setelah lewat hari Sabat,

Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur

dan meminyaki Yesus.

Struktur/ Susunan Perikop

Perikop ini memiliki pararelnya dalam Luk 23:49-24:1, Mat 27:55-61, Yoh 19:38-42. Markus 15:40-41 merupakan satu episode dengan 15.42-47. Setelah 15.39 merupakan perikop transisi yang ditandai dengan perubahan waktu dan tempat. Perubahan tempat dapat dilihat dari 15.40, kisah beralih dari Salib (Golgota) ke tempat yang jauh dari situ, di mana para wanita berdiri, dan melihat dari kejauhan. Tentu jangan dibayangkan mereka berdiri terlalu jauh dari Golgota untuk melihat apa yang sedang terjadi di bukit tersebut. Sedangkan, perubahan waktu tampak setelah perkenalan tokoh-tokoh perempuan. Narasi berawal pada sore sebelum sabat dimulai (15.42). Kemudian, berlanjut sore hari berikutnya setelah hari sabat selesai, dan berakhir pada pagi setelah sabat (16.1-2). Namun, ada perubahan paling mengejutkan, yakni tokoh-tokoh yang tiba-tiba muncul dalam kisah yang sejauh ini tidak ikut bermain dalam cerita. Tokoh-tokoh tersebut adalah para wanita dan Yosef Arimatea. Mereka diperkenalkan lebih cermat tidak seperti tokoh lain yang sama-sama figuran, seperti Bartimeus (10.46) dan Simon Kirene (15.21). [1]

Kisah ini dapat disebut kisah narasi pemakaman Yesus yang memiliki dua bagian dari tiga bagian keseluruhan kisah wafat dan kebangkitan Yesus[2], yaitu:

  1. Pengantar: catatan mengenai para wanita dalam 15.40-41
  2. Mayat Yesus dikuburkan Yosef Arimatea

Bagian ketiga dimulai ketika perempuan melihat bahwa mayat Yesus tidak lagi berada di kuburan karena sudah bangkit (bagian ini tidak akan dibahas).

Perikop ini merupakan salah satu contoh bentuk Teknik Pembingkaian yang dipakai oleh Markus. Teknik ini adalah teknik yang disukai Markus[3]. Konsultasi atau perbincangan antara Pilatus dan kepala pasukan (15.44-45) menginterupsi penjelasan tentang Yosep Arimatea dalam 15.43 dan 15.46. Bagian Yosef Arimatea membingkai bagian percakapan Pilatus dengan kepala pasukan. Ini sama dengan catatan mengenai para perempuan dalam 15:40-41 dan 15:47 yang membingkai kisah pemakaman Yesus[4].

Hubungan dengan Konteks Sesudah dan Sebelumnya

Kisah ini menghubungkan kisah wafat Yesus (15:33-41) dan penemuan makam kosong (16:1-8). Hal ini hendak mengisahkan bahwa Yesus benar-benar wafat. Kemudian, bagi Jemaat Kristen awal, wafat Yesus diduga sebagai penebusan atas dosa-dosa manusia seperti yang tertulis dalam kitab suci (1 Kor 15:3-4).[5]

Untuk menjelaskan hubungan konteks dengan kisah sesudah dan sebelumnya, baiklah melihat kembali 15.40-41. Bagian ini mengantisipasi/ mengawali dan mendasari perikop berikutnya, 16:1-8. Sedangkan, menurut Bengel, pemakaman hendak menegaskan secara resmi bahwa sungguh-sungguh ada kematian. Kisah pemakaman ini akan memberikan jawaban atas polemik dari kelompok anti Kristen yang bersikeras melawan pesan Paska bahwa Yesus semata-mata hanya wafat di salib (khususnya ay. 44-45). [6]

Perikop ini juga bisa dihubungkan dengan konteks peristiwa yang terjadi secara umum dalam masyarakat Yahudi. Aspek lain yang hendak ditunjukkan adalah mengenai pengangkatan derajat perempuan yang pada masa itu tidak pernah mendapatkan “peran” utama dalam kehidupan masyarakat. Hadirnya perempuan dalam kisah ini adalah kejutan bagi pembaca. Para perempuan disejajarkan dengan keduabelas murid sebagai pengikut Yesus secara umum. Mereka menjadi bagian dari para murid dalam konteks keseluruhan. Sejak mereka muncul bersama Yesus dari Galilea ke Yerusalem, jelaslah bahwa mereka (para perempuan) adalah bagian dari antara pengikut Yesus yang dimulai pada 8.27 dan berakhir di Yerusalem.[7]

Kata, Ungkapan, atau Kiasan

1. Beberapa perempuan yang melihat dari jauh

Hal ini bertentangan dengan posisi kepala pasukan yang sangat dekat dengan Yesus. Tempat perempuan “diletakkan” dibelakang sebagai penonton dalam keramaian. Meski demikian, mereka (yang mengenal Yesus dengan baik, lih. 15.41) melihat Dia wafat, dan mereka akan melihat di mana Yesus dimakamkan (15.47).[8] Menurut pokok ini, perempuan hanya berperan kecil. Pernyataan bahwa “dari jauh” mungkin melandasi aspek historisitas dari pernyataan tersebut, sejak mereka tidak pernah diijinkan untuk berada di tempat paling dekat dengan salib (bdk. Yoh 19:25-27).[9]

2. Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus Muda dan Yoses, serta Salome.

Maria Magdalena adalah figur kunci, sejak dia menjadi saksi wafat Yesus (15.40) dan pemakamannya (15.47), dan pada waktu Paskah dia menemukan bahwa makam Yesus sudah kosong (16:1-8). Peran Maria Magdalena begitu kuat di sini. Kemudian, Maria ibu Yakobus Muda dan Yoses ditafsirkan oleh banyak penafsir sebagai ibu salah satu dari keduabelas murid yang bernama Yakobus anak Alfeus (3.18). Meskipun demikian, hal itu membuat kita tergoda untuk mengidentifikasikan Maria “ibu Yakobus dan Yoses juga sebagai ibu Yesus (Lih. Yoh 19:25-27) atas dasar Markus 6:3 (Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon?…), meski seseorang mungkin berharap bahwa dia seharusnya dimaksudkan dengan jelas di sini sebagai ibu Yesus. Maksud dari Yakobos Muda di sini membedakannya dari Yakobus Zebedeus (lih. 1.19; 3.17). Salome adalah nama perempuan Yahudi yang agak umum, dan selain itu figurnya tidak dikenal (Bdk. Daftar nama perempuan yang ada di 15.47 dan 16.1).[10]

3. Yang juga menanti-nantikan Kerajaan Allah

Keterangan tentang Yosef ini meletakkannya sejajar dengan Ahli Kitab yang menyetujui ajaran Yesus tentang pentingnya hukum cinta dan orang yang kepadanya Yesus mengatakan, “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” (12.34). Pernyataan ini juga merupakan ungkapan hati tentang harapan mesianiknya. Demikian pula, seseorang juga akan membagikan pengalaman ketakutannya tentang kematian sebagaimana orang-orang Yahudi takutkan, terutama jika mereka pendosa (Ul. 21:22).[11]

Pesan Utama Teks

Perikop ini ingin menegaskan bahwa Yesus sungguh-sungguh mati. Narasi ini menghubungkan perikop kematian Yesus (15:33-41) dan penemuan makam kosong (16:1-8). Kemudian, perikop ini bagi Jemaat Kristen awal adalah asumsi bahwa Kristus wafat bagi dosa-dosa kita sesuai dengan Kitab Suci, dan dimakamkan, dan dibangkitkan pada hari ketiga (1Kor 15:3-4). Markus di sini secara detail ingin menggambarkan bagaimana Yesus yang sungguh-sungguh wafat dikuburkan.[12]

Pesan Aktual

Lewat kisah pemakaman Yesus ini dapat memberikan kejelasan bagi kita bahwa Yesus sungguh-sungguh wafat. Dalam hal ini, bisa dikatakan pula bahwa sampai saat ini Yesus menunjukkan dengan amat terang bahwa dirinya adalah sungguh-sungguh manusia. Dari perikop ini kita memahami solidaritas Yesus yang begitu besar tak tertandingi bagi kita umat manusia (sahabat-Nya). Yesus adalah sahabat sejati yang memberikan diri secara utuh, total, bagi sahabat-sahabatnya. Tak tanggung-tanggung sekalipun nyawa Dia tetap berikan. Namun, seringkali cinta-Nya yang tak bersyarat itu tidak terpahami oleh orang-orang yang sudah dicintai-Nya. Tokoh yang paling jelas tidak memahami cinta Yesus adalah para murid yang selama ini mengikuti dia dari Galilea sampai Yerusalem. Mereka tidak setia mengikuti Yesus, Sang Guru, sampai wafat-Nya di Golgota. Dan, kita pun sering mengikuti sikap para murid, yang pergi begitu saja ketika sahabat kita dalam kesusahan. Kita hanya ingin bersama sahabat kita dalam kegembiraan, namun bukan dalam kesusahan atau penderitaan.

Daftar Pertanyaan

  1. Di mana para murid pada saat itu?
  2. Apa yang hendak ditunjukkan Markus tentang Identitas Yesus di sini?
  3. Siapakah perempuan-perempuan lain yang dimaksud di ayat 41?
  4. Mengapa peran perempuan menjadi sangat sentral?
  5. Siapakah Yusuf dari Arimatea?
  6. Sebagai orang Katolik, bagian mana/ hal apa/ poin apa yang dapat membuat iman kita semakin kuat?
  7. Pelajaran apa yang dapat kita ambil dari para perempuan dan Yusus dari Arimatea?

 

 

 

Daftar Pustaka

Anderson, Hugh, The Gospel of Mark. The New Century Bible Comentary, 1976, London:

Marshall, Morgan, and Schott Publishers Ltd.

Harrington, Daniel, The Gospel of Mark. Sacra Pagina, Vol. 2, 2002, Minnesota:

Collegeville

Harun, Martin, Tafsir Sinoptik, 2006, Jakarta: STF Driyarkara.

Iersel, Bas M.F. van, Mark A Reader. Response Commentary, 1998, Sheffield: Mension

House

Johnson, Sherman, The Gospel According to St. Mark, 1988, Massachusetts: Hendrickson

Publishers


[1]Iersel, Bas M.F. van, Mark A Reader. Response Commentary, Sheffield: Mension House, 1998, hlm. 482

[2] Iersel, Bas M.F. van, hlm. 483

[3] Harun, Martin, Tafsir Sinoptik, Jakarta: STF Driyarkara, 2006, hlm. 69

[4]Harrington, Daniel, The Gospel of Mark. Sacra Pagina, Vol. 2, Minnesota: Collegeville, 2002, hlm. 456

[5] Ibid.

[6] Anderson, Hugh, The Gospel of Mark. The New Century Bible Comentary, London: Marshall, Morgan, and Schott Publishers Ltd., 1976, hlm. 349

[7] Iersel, Bas M.F. van, hlm. 489

[8] Harrington, Daniel, hlm. 449

[9] Anderson, Hugh, hlm. 348

[10] Harrington, Daniel, hlm. 449

[11] Harrington, Daniel, hlm. 453

[12] Harrington, Daniel, hlm. 456

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s