Yesus di Hadapan Pilatus (Mrk 15 : 1-15)

Posted: February 7, 2010 in Teologi

Salinan Kolometrik

1   Pagi-pagi benar imam-imam kepala

bersama tua-tua dan ahli-ahli Taurat

dan seluruh Mahkamah Agama sudah bulat mupakatnya.

Mereka membelenggu Yesus

lalu membawa-Nya

dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus.

2   Pilatus bertanya kepada-Nya:

“Engkaukah raja orang Yahudi?”

Jawab Yesus:

“Engkau sendiri mengatakannya.”

3   Lalu imam-imam kepala mengajukan banyak tuduhan terhadap Dia.

4   Pilatus bertanya pula kepada-Nya,

katanya:

Tidakkah Engkau memberi jawab?

Lihatlah, betapa banyaknya tuduhan mereka terhadap Engkau!”

5   Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawab lagi,

sehingga Pilatus merasa heran.

6   Telah menjadi kebiasaan

untuk membebaskan satu orang hukuman

pada tiap-tiap hari raya itu menurut permintaan orang banyak.

7   Dan pada waktu itu adalah seorang yang bernama Barabas

sedang dipenjarakan bersama beberapa orang pemberontak lainnya.

Mereka telah melakukan pembunuhan dalam pemberontakan.

8   Maka datanglah orang banyak

dan meminta

supaya sekarang kebiasaan itu diikuti juga.

9   Pilatus menjawab mereka

dan bertanya:

“Apakah kamu menghendaki

supaya kubebaskan raja orang Yahudi ini?”

10 Ia memang mengetahui,

bahwa imam-imam kepala telah menyerahkan Yesus

karena dengki.

11 Tetapi imam-imam kepala menghasut orang banyak untuk meminta

supaya Barabaslah yang dibebaskannya bagi mereka.

12 Pilatus sekali lagi menjawab

dan bertanya kepada mereka:

“Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan orang

yang kamu sebut raja orang Yahudi ini?”

13 Maka mereka berteriak lagi, katanya:

Salibkanlah Dia!”

14 Lalu Pilatus berkata kepada mereka:

“Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?”

Namun mereka makin keras berteriak:

Salibkanlah Dia!”

15 Dan oleh karena Pilatus ingin memuaskan hati orang banyak itu,

ia membebaskan Barabas bagi mereka.

Tetapi Yesus disesahnya

lalu diserahkannya untuk disalibkan.

Struktur/Susunan Perikop

Teks ini adalah sebuah narasi kisah sengsara. Struktur dalam teks ini dapat kita lihat ke dalam dua bagian. Bagian pertama adalah pertentangan antara Pilatus dengan Yesus (15:1-5). Sedangkan pada bagian kedua, akan diperlihatkan pertentangan antara Pilatus dengan orang banyak, perihal membebaskan Yesus atau Barabas (15: 6-15).

Bagian pertama, diawali dengan kisah penyerahan Yesus kepada Pilatus oleh para petinggi Yahudi. Ada pertentangan antara Pilatus dengan Yesus. Pertentangan dipicu oleh pertanyaan Pilatus kepada Yesus, “Engkaukah raja orang Yahudi?”. Pertentangan berakhir dengan situasi membingungkan di pihak Pilatus karena jawaban yang diberikan oleh Yesus atas pertanyaannya (ay. 2). Kebingungan Pilatus berlanjut ketika Yesus tidak memberikan jawaban apapun atas tuduhan-tuduhan yang dilontarkan oleh para imam kepala kepada-Nya. Di sini diperlihatkan bahwa Pilatus seolah-olah tidak memiliki kuasa apapun atas Yesus.

Bagian kedua, Barabas (ay. 7) muncul sebagai ‘pemicu’ pertentangan antara Pilatus dengan orang banyak. Ayat 6 menyatakan bahwa ada kebiasaan untuk membebaskan salah seorang tawanan pada hari raya. Pilatus berpikir bahwa kebiasaan itu bisa dipakai sebagai sarana untuk melepaskan Yesus yang mana Pilatus tidak menemukan kesalahan apapun. Akan tetapi orang banyak, setelah dihasut oleh para imam kepala, mendesak Pilatus untuk justru membebaskan Barabas. Timbul kebingungan kembali di pihak Pilatus. Pilatus merasa tidak habis pikir mengapa orang banyak begitu mendesaknya untuk menghukum Yesus. Pada adegan terakhir, dengan kuasanya, guna menyenangkan hati orang banyak, Pilatus menjatuhkan hukuman mati terhadap Yesus. Di sini, ditunjukkan, Pilatus justru tidak berdaya ketika menghadapi orang banyak.

Konteks

Teks ini merupakan salah satu bagian dari kisah sengsara Yesus. Dengan teks sebelumnya, teks ini tidak berkaitan langsung. Mrk 14:66-72 (tentang penyangkalan Petrus) seolah-olah hendak menunda atau menangguhkan kisah pengadilan Yesus yang sudah dimulai sejak Mrk 14:53-65. Akan tetapi teks penyangkalan Petrus, dalam Markus, tidak bisa begitu saja dikatakan sebagai selingan. Hal tersebut disebabkan karena justru lewat teks ini, penginjil Markus mau menyampaikan pesan utama injilnya, yaitu sebagai simbol gagalnya murid-murid mengikuti Yesus, dan dalam waktu yang sama sekaligus juga ingin menunjukan titik balik Petrus.

Teks ini lebih berhubungan langsung dengan perikop Mrk 14:53-65 (Yesus di Hadapan Mahkamah Agama). Pengakuan Yesus bahwa Dia adalah Mesias membuat imam-imam kepala semakin yakin bahwa Yesus memang pantas dihukum mati. Akan tetapi pada saat itu, mereka tidak memiliki kuasa penuh untuk menjatuhkan hukuman mati terhadap seseorang. Oleh sebab itu, mereka membawa Yesus kepada wali negeri Yudea, yaitu Pilatus.

Maksud/Pesan Utama Teks

Pesan utama teks ini adalah bahwa Yesus adalah seorang Raja. Markus hendak menunjukkan mengenai konsep Raja. Bagi Markus, raja adalah hamba Allah yang menderita. Dalam hal ini, Yesus adalah Hamba Allah yang sejati. Yesus sebagai raja ditunjukkan diam (dalam keheningannya) dalam ketaatannya mengikuti kehendak Allah Bapa. Sedangkan Pilatus, demi menyenangkan hati orang, mengikuti keinginan dan desakan orang banyak.

Tentu, Yesus dapat memberikan jawaban apa saja tentang diri-Nya terhadap pertanyaan Pilatus. Namun, bila itu terjadi, justru Pilatus akan membebaskan diri-Nya sebab bagi Pilatus Mesias surgawi tidak berpengaruh apa-apa bagi kedudukannya. Dengan demikian, karya penebusan Allah tidak akan mencapai kesempurnaannya dalam pengorbanan Sang Putera.

Akan tetapi Pilatus dengan segala kebingungan batinnya mendapat desakan dari orang banyak sehingga menjatuhkan hukuman mati terhadap Yesus. Maka, jemaat Markus diajak untuk melihat bahwa rahasia mesianik Yesus akan mencapai pemenuhannya melalui Pilatus juga.

 

 

 

 

 

Kepustakaan

 

 

Anderson, Hugh, The New Century Bible Commentary: The Gospel of Mark, London: Marshall, Morgan & Scott Publishers, 1987

Harington, Daniel J, Sacra Pagina: The Gospel of Mark, Vol. 2, Collegeville: The Liturgical Press, 2002

Johnson, Sherman E, A Commentary on The Gospel According to St. Mark, London: Adam & Charles Black, 1960

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s