Eleazar Disiksa dan Dibunuh (2Makabe 6:18-31)

Posted: February 6, 2010 in Teologi

Gambaran dan lambang (atau kata) yang membutuhkan penjelasan. Bahasa yang dipakai dalam perikop ini sangat umum dan tidak banyak kata-kata yang membutuhkan penjelasan. Kiranya kata-kata yang memerlukan penjelasan dalam perikop ini adalah “dipaksa makan daging babi”. Kata “memaksa” memunculkan pertanyaan, apakah daging babi dilarang untuk dikonsumsi atau haram. Larangan mengkonsumsi makanan haram dapat dilihat dalam kitab Imamat 11. Mengenai babi yang dimaksudkan dalam 2 Makabe pararelnya ada pada Im 11:7. Babi yang dimaksudkan di sini adalah babi hutan yang memiliki kuku belah, memiliki kuku yang bersela panjang. Hewan yang demikian itu adalah haram. Ini adalah hukum Taurat. Eleazar berusaha untuk tetap setia pada hukum Taurat. Hidupnya yang lurus dan terpuji sekaligus ingin memberikan teladan bagi generasi yang kurang setia pada Taurat (generasi muda). Kesaksian itu menjadi semakin nyata ketika Eleazar berani menyerahkan nyawanya demi martabatnya. Ia memilih mati dari pada hidup dalam kenistaan.

”Yang mempunyai pengetahuan yang kudus” (ay. 30). Dalam Kitab Suci Yahudi dan versi Yunaninya, Tuhan disebut sebagai Tuhan yang Mahatahu hanya dalam I sam 2:3. Kata-kata Eleazar ini tidak lebih menyampaikan keyakinan bahwa Tuhan tahu bahwa dirinya benar dan Tuhan akan menghukum orang-orang yang menganiaya dia. Walaupun di ayat 21 kata ”tahu”, dalam kata Indonesia ”kenal”, sudah dipakai, Orang Yunani mengekspresikan dengan memakai kata ”pengetahuan” (gnosis). Kata ini mungkin dipilih untuk membedakan para penyiksa dengan Tuhan: para penyiksa memiliki pengetahuan yang dangkal atas Eleazar dan menganggap jalan hidupnya sesat; Pengetahuan Tuhan tentang martir adalah suci, dan Tuhan akan menganggap jalan hidup Eleazar sebagai jalan yang sungguh mulia.

Tokoh yang muncul. Tokoh yang ada dan menonjol hanya satu, yakni Eleazar. Tentu tokoh yang lain juga ada, namun terwakili sebagai masyarakat/ khalayak. Dalam pada ini, khalayak dibagi dalam dua kelompok, yakni yang menganut tradisi Yahudi dan khalayak yang non-Yahudi, yakni orang-orang yang terlibat dalam pembunuhan Eleazar. Mereka yang Yahudi (generasi muda) adalah sasaran pengajaran Eleazar karena selama ini kurang setia pada Taurat. Eleazar hendak memberikan kesaksian pada kelompok ini bahwa mati itu adalah soal waktu. Mati itu tidak bisa diingkari. Persoalannya hanyalah waktu kapan kita akan mati, entah sekarang atau nanti. Mengenai mati itu sendiri sudah jelas bahwa kita semua akan mati. Namun, pesan utama yang hendak disampaikan adalah pilihan untuk memilih mati dari pada harus hidup dalam kehinaan. Eleazar merupakan tokoh yang saleh. Dia memberi kesaksian bahwa lebih baik mati sekarang dari pada harus menanggung dosa karena melanggar hukum Tuhan, yakni dengan makan daging babi.

Gerak maju pemikiran teks. Struktur teks diawali dengan Eleazar yang dibawa ke tempat pemukulan dengan rela hati. Peristiwa ini terjadi setelah Eleazar memuntahkan kembali daging babi yang dipaksakan masuk ke dalam mulutnya. Teks ini merupakan cerita yang berawal semasa pemerintahan raja Seleukus IV (187-175 sM) dan diakhiri dengan kekalahan Nikanor pada 161 sM. Buku kedua Makabe ini bukan merupakan lanjutan dari buku pertamanya, melainkan sama sekali sebuah karya yang mandiri. Berbeda dengan kitab 1 Makabe, yang ditulis dalam Bahasa Ibrani asli dan kemudian diterjemahkan dalam Yunani, 2 Makabe ditulis dalam Bahasa Yunani sehari-hari. Maka dari itu, teks ini bukan merupakan sebuah puisi, kidung, atau pepatah. Perikop ini merupakan kisah atau cerita dengan bahasa yang mudah dipahami karena tidak memakai kata-kata yang rumit. Bahasa yang dipakai, seperti sebelumnya sudah diungkapkan, adalah bahasa sehari-hari yang mengandung makna denotasi atau lugas. Detail tokoh-tokoh, peristiwa, lambang, atau kronologi peristiwa juga tidak banyak. Alur dan pokok cerita dalam perikop ini sangat jelas dan runtut. Strukturnya jelas.

Perikop 2 Makabe 6:18-31 merupakan salah satu peristiwa yang menggambarkan adanya konfrontasi antara masyarakat yang memiliki tradisi Yudaisme dengan yang bertradisi Helenisme. Kitab 2 Makabe melukiskan bahwa orang-orangYahudi adalah masyarakat yang berbudaya, sedangkan orang-orang Yunani itu barbar. Tokoh dalam perikop ini adalah Eleazar. Dia menjadi contoh seorang yang terpuji. Eleazar adalah seorang imam sebagaimana ditulis dalam 4 Makabe 5-7 (tidak masuk kanon). Eleazar itu tampan dan berwibawa. Dia berasal dari keluarga terhormat. Dalam perikop ini dikisahkan, Eleazar dipaksa untuk melanggar Hukum Taurat dengan makan daging babi. Tapi, Eleazar percaya bahwa Tuhan tahu segalanya sehingga dia memilih untuk menyerahkan nyawa dari pada hidup dengan penuh kehinaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s