Mazhab Miletos

Posted: October 1, 2008 in Filsafat

Filsafat Pra-Sokratik

Mazhab Miletos

Filsafat Barat dimulai oleh para filsuf dari Miletos, yakni: Thales, Anaximandros, dan Anaximenes. Waktunya ditetapkan pada tahun 585 SM. Waktu itu terjadi gerhana matahari yang sesuai dengan ramalan Thales. Pada tahun itulah filsafat lahir. Para filsuf pertama ini terputus dari tradisi mitologis, meski sebetulnya tidak sepenuhnya lepas dari unsur mistis.

1. Thales

Menurut tradisi, Thales termasuk di dalam ‘tujuh orang bijak’ dari zaman kuno. Sedangkan, Aristoteles menyebut Thales ‘Bapak Filsafat’ (‘Filsuf Pertama’). Hegel menceritakan bahwa Thales hidup ketika kota-kota di kepulauan Ionia dijajah oleh Persia sekitar tahun 548 SM. Thales selamat dalam perang kemerdekaan dan hidup beberapa tahun kemudian. Thales adalah orang yang terlibat dalam persoalan praktis: Dia memimpin sekolah perlayaran, membangun kanal dan ikut menjadi penasihat politis. Thales menjadi penasehat teknis dalam tentara raja Kroisos darn Lydia. Diperkirakan Thales pernah berkunjung ke Mesir. Ia membawa ilmu ukur dari Mesir ke Yunani (Dia dapat mengukur tinggi piramida dan jauhnya kapal di laut).

Ajaran: Air sebagai “arche” semesta. Pemikirannya diketahui lewat Aristoteles. Segala sesuatu adalah air dan semua kembali menjadi air. Thales membuktikannya dengan fakta-fakta: biji-bijian yang menjadi benih tumbuhan selalu lembab, kehangatan dalam diri Makhluk Hidup berasal dari kelembaban. Thales memperluas tesisnya dengan anggapa bahwa bumi pun terapung-apung di atas air sehingga terjadi gempa bumi. (Thales = filsuf non mitologis: ada demitologisasi & ada bukti-bukti atas argumen)

Dunia penuh dewa-dewa. Segala sesuatu memiliki jiwa, dan jiwa dipahami sebagai sesuatu yang menggerakkan à Hylozoisme (Magnet punya jiwa karena mampu menarik logam). Bagaimanapun para filsuf pra-sokratik masih ‘berenang dalam alam mistis’, meski sudah mengambil jarak.

2. Anaximandros

Murid Thales. Hidup + 610-540 SM. Menulis traktat ’Tentang Alam’ (Peri PhyseÔs). Anaximandros konon pernah merancang peta bumi, peta angkasa dan sebuah jam matahari (Tulisan ’filosofis pertama’-Fil. Barat).

Ajaran: Pemikiran tentang ”to apeiron”. Asal usul segala sesuatu bukanlah sesuatu yang konkret seperti air, tapi sesuatu yang tidak tertentu yang disebut to apeiron (Yang tak terbatas/ apa yang tak diseberangi/kabur). Teori tentang terjadinya dunia. 1. Dalam to apeiron terjadi pembedaan-pembedaan dan pemisahan-pemisahan (Basah <–> Kering). Yang satu menjadi banyak karena proses diferensiasi. Kontradiksi-kontradiksi dan ketegangan-ketegangan menandai proses terbentuknya dunia. 2. Bumi berbentuk silinder yang tingginya 1/3 diameternya. Bumi tetap berada di tempatnya karena persis di tengah-tengah semesta (Bumi tidak bertumpu di air/ sesuatu pun) . 3. ”segala sesuatu saling membayar denda dan hukuman sesuai urutan waktu untuk ketidakadilannya”.

3. Anaximenes

Ajaran: zat purba itu adalah udara. Zat purba adalah bahan dasar bagi semua zat lain yang ada. Kondisi yang membedakan tersebut adalah ”pemadatan dan pengenceran” dari udara. Udara mengencer = api; udara memadat = angin-awan-air-tanah-batu. Bumi terjadi karena perputaran udara. Bumi yang datar ini terapung-apung di udara. Bintang-bintang = pengenceran tanah dan berubah menjadi api (Perbedaan antar zat dikarenakan ada perbedaan kondisi).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s